Mengenali Jenis Mental Illness dan Cara Mengatasinya dengan Aplikasi Konseling Psikologi

Mengenali Jenis Mental Illness dan Cara Mengatasinya dengan Aplikasi Konseling Psikologi

Media sosial dan internet hampir menjadi penunjang bagi kehidupan sehari-hari. Sebagian percakapan dan kegiatan juga dilakukan di media sosial. Bagi yang memiliki masalah psikologi, seperti Mental Illnes, kini sudah bisa menjalankan terapi melalui aplikasi konseling psikologi.

Mental Illness adalah sebuah gangguan kesehatan mental, biasanya disebut dengan penyakit kejiwaan. Gangguan mental tersebut bisa mempengaruhi pemikiran, perilaku, perasaan, dan suasana hati. Kondisinya bisa berlangsung dalam beberapa kali saja dan ada juga yang berlangsung sampai bertahun-tahun.

Kondisi yang berkepanjangan, tentunya akan membuat keseharian jadi kurang nyaman, baik itu berdampak pada diri sendiri atau keluarga si penderita. Kenali jenis-jenisnya untuk mengetahui apakah dalam diri terdapat Mental Illness atau tidak. Telah hadir aplikasi Riliv sebagai media konseling.

Aplikasi konseling psikologi bisa digunakan jika mengalami gejala-gejala tertentu yang berhubungan dengan salah satu jenis Mental Illnes, maka segera lakukan konsultasi melalui aplikasi tersebut. Konsultasi yang bisa dilakukan secara online tentunya sangat mempermudah untuk rutin melakukan konsultasi.

Jenis-Jenis Mental Illness

Ada banyak jenis dari Mental Illness, kurang lebih ada 200 jenis. Tetapi, artikel ini akan hanya membahas jenis umum yang biasanya sering terjadi pada kebanyakan orang. Aplikasi meditasi juga bisa digunakan jika memang mengalami hal-hal berikut.

1. ADHD

Jenis gangguan mental ini banyak dialami oleh anak-anak, bahkan kondisi ini bisa berlanjut hingga tumbuh dewasa. Orang yang mengalami ADHD cenderung lebih hiperaktif dan selalu mengalami kesulitan untuk mempertahan fokus pada suatu hal.

2. Gangguan Kecemasan

Jenis Mental Illnes ini juga banyak terjadi. Seseorang biasanya akan merasa takut atau cemas terhadap hal-hal tertentu. Bahkan, dirinya merasa sangat terancam jika sengaja atau tidak berhadapan dengan objek yang ditakuti.

3. Depresi

Depresi biasanya dipengaruhi oleh mood yang bisa menyebabkan gejala, misalnya perasaan sedih atau marah yang terus-menerus. Orang yang mengalami depresi, kadang karena mendapat tekanan, baik dari lingkungan, keluarga, atau hal lainnya.

4. Gangguan Makan

Gangguan makan merupakan jenis dari gangguan mental yang berhubungan dengan komsumsi makan. Seseorang yang mengalami hal ini, akan makan dengan porsi yang tidak teratur, kadang terlalu sedikit, kadang terlalu banyak.

Pada umumnya, gangguan ini dipengaruhi oleh berat badan. Seseorang yang terlalu memperhatikan berat badannya, terkadang akan sering menimbulkan perasaan cemas yang berlebihan jika berat badan yang dimiliki tidak sesuai harapan.

5. Gangguan Bipolar

Gangguan Bipolar ialah gangguan terhadap emosi seseorang yang bisa berubah-ubah dalam satu waktu. Misalnya seseorang yang sedang duduk sedih sendirian, lalu tiba-tiba tertawa terbahak-bahak tanpa ada alasan yang jelas.

6. Stress Pascatrauma

Stress ini terjadi ketika seseorang mengalami hal-hal yang membuatnya trauma, seperti kecelakaan, pelecehan, bencana alam, atau kejadian-kejadian lainnya. Dari kejadian tersebut, seseorang akan merasa takut jika berhadapan dengan benda yang berkaitan dengan hal-hal itu, karena bisa membangkitkan ingatan kejadian itu lagi.

7. Skizofrenia

Skizofrenia ialah gangguan yang mana penderitanya tidak bisa lagi membedakan antara kenyataan dan ingatan yang dibuat pikirannya sendiri. Dengan begitu, seseorang tersebut akan mempunyai pemikiran yang tidak realistis dan sering berhalusinasi yang berakibat pada perubahan perilakunya juga.

Cara Mengatasi Mental Illnes

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi Mental Illnes tersebut. Meditasi melalui aplikasi meditasi merupakan cara yang praktis dan cepat untuk penanganan pertama pada gangguan jiwa. Perawatan lebih lanjut bisa dengan cara berikut :

1. Terapi Perilaku Kognitif

Terapi ini bertujuan untuk mengubah atau mengembangkan pola pikir penderita ke arah yang lebih positif. Terapi ini sangat cocok bagi penderita jenis depresi, gangguan bipolar, skizofrenia, dan gangguan kecemasan.

2. Terapi Interpersonal

Terapi yang satu ini berfungsi untuk memperbaiki hubungan penderita gangguan mental dengan keluarga dan orang-orang di sekitarnya. Penderita akan diajarkan bagaimana caranya berinteraksi yang baik dengan orang lain.

3. Terapi Perilaku Dialektis

Penderita akan diajarkan untuk mengelola dan merespon sebuah emosi dengan positif, hal itu dilakukan  pada terapi ini. Biasanya terapi ini dilakukan pada penderita gangguan kepribadian ambang.

4. Obat-obatan

Psikiater biasanya akan memberikan resep obat-obatan kepada seseorang yang mengalami gangguan mental. Obat ini bisa berfungsi sebagai penenang atau untuk mengurangi gejala-gejalanya.

Selain terapi di atas, melalui situs resmi Riliv yang dimana merupakan sebuah aplikasi atau platform yang memberikan layanan seputar gangguan mental. Jadi, penderita tidak perlu jauh-jauh lagi untuk mencari psikolog atau psikiater yang bisa membantu menanganinya.

Aplikasi tersebut juga sebuah aplikasi meditasi yang bisa digunakan untuk melakukan meditasi online, agar penderita lebih tenang dan rileks. Sehingga bisa mengurangi rasa takut dan cemas yang dirasakan.